Terima Kasih Tante Vivi

Tante Vivi cerita dewasa terupdate

Kejadian ini terjadi ketika aku kelas 3 sma,tepatnya saat aku masih berumur 17 tahun.Entah kenapa perkembangan nafsu seksku berjalan sangat cepat.
Apalagi semenjak aku bertemu dengan tante Vivi, mama temanku.
Tante Vivi orangnya sangat cantik,langsing dan juga awet muda.
Penampilannya selalu membuat batang kemaluanku mengamuk dibalik celana.
Apalagi Ia tinggal didalam komplek rumah yang sama denganku.

Tante Vivi cerita dewasa terupdate

Tante vivi cukup dekat dengan keluargaku meskipun tidak ada hubungan darah.
Tiap sore biasanya banyak ibu-ibu yang berkumpul di rumahku sekedar untuk ngobrol sampai ngomongin suami mereka sendiri.Salah satunya adalah tante Vivi.

Biasanya tante Vivi kalau ke rumahku memakai daster atau kadang-kadang celana pendek yang membuat nafasku terasa berat.
Ibu-ibu tersebut biasanya ngumpul diruang keluarga dan aku biasanya pura-pura nonton TV sambil sesekali melirik mereka.
Tante Vivi ini entah sengaja atau tidak sering duduk mengangkang.
Saat pahanya terbuka , batang kemaluan ku langsung berdenyut “nyut .. nyut…” karena melihat celana dalamnya.
Pernah saat melirik,aku hampir ketahuan… Rasanya ada perasaan takut dan malu sampai-sampai aku tidak bisa berbicara sama sekali.

Pernah juga waktu liburan bersama ibu-ibu itu kepuncak dan menginap di villa.pada malam hari,kami semua saling bertukar cerita setan di depan api unggun.Tante vivi pun ketakutan sehingga tidak berani buang air kecil sendirian.Dia pun langsung menarik tanganku dan meminta untuk ditemani ke dalam.. daripada harus ke semak-semak untuk membuang air kecil.

Pergilah aku ke dalam villa bersama tante vivi,sesampainya didalam,aku menunggu diluar WC.Malah tante vivi mengajakku masuk ke dalam dengan alasan kalau ia takut.
“Lex temenin tante yah.. tunggu di sini aja.. buka saja pintunya ga usah di tutup… tante takut nih.”kata tante vivi sambil mulai jongkok.
Dia mulai menurukan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih berenda sebatas lutut.
“Seeer….rrr Serrrr. Pssstt” suara tante vivi yang sedang pipis yang membuat jantungku berdetak dengan kencang.Aku hanya bisa bengong melihat kejadian itu.
“heh kenapa kamu kok diam gitu lex? awas nanti kesambet!”kata tante vivi
“ah.. ga ada apa-apa tante…”jawabku
“pasti kamu lagi mikir yang engga-enggak yah? kok melihatnya ke arah bawah terus?”tanya tante vivi

PokerVOVO

“enggak tante aku hanya belum pernah melihat cewe kencing.. gimana sih bentuk itunya?”tanyaku polos.
Tante vivi cebok dan bangun tanpa menaikkan celana berserta CDnya.
“kamu mau lihat lex? nih tante kasih lihat tapi jangan bilang siapa=siapa ya ga enak sama mama kamu nanti.”kata tante Vivi.
Aku hanya mengangguk tanda setuju ,lalu tanganku bergerak ke arah vagina tante Vivi.
Kejadian tersebut membuatku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini aku melihat dan memegang vagina wanita.
Tante Emi membiarkan ku memegang vaginanya selama beberapa menit.

“Sudah yah Lex nanti enggak enak sama yang lain .Nanti dikira kita macem-macem lagi..”
“iya tante.. “jawabku
Lalu tante Vivi menaikkan celana dan juga CDnya kemudian kami langsung bergabung dengan yang lainnya didepan api unggun.

Esoknya aku masih belum bisa melupakan kejadian tadi malam..
Semua orang ingin pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore tetapi aku hanya tiduran karena aku tidak enak badan.
“Lex kamu kenapa ga ikut” tanya mamaku
“aku lagi ga enak badan ma.. aku titip di beliin kue mochi aja deh.”balasku
“ya udah istrirahat sana jangan main-main terus.”kata mamiku
“vivi kamu maukan tolong jagain Alex? kalau ada yang mau kamu beli titip saja nanti aku belikan”kata mamiku kepada tante Vivi
“ok deh .Aku jagain alex aja tapi beliin aku talas sama sayurangyah aku mau bawa pulang besok”kata tante vivi.

Akhirnya mereka semua pergi,hanya tinggal aku dan tante vivi berduaan saja di Villa.
Waktu menunjukkan pukul 9 pagi saat tante vivi datang membawakanku bubur untuk sarapan.
“Kamu sakit apa lex? kok lemes gitu?”tanya tante vivi sambil menyuapi bubur ayam buatatannya.
“enggak tau tante… kepalaku pusing sama panas dingin”balasku
Tante emi merawatku dengan penuh kasih sayang.maklum diusia perkawinannya yang menginjak 5 tahun dia belum di kasih momongan.

“Kepala atas atau bawah lex yang sakit?”canda tante vivi padaku.
Aku pun bingung di buatnya,
“memangnya ada kepala di bawah tante? kan kepala kita cuman satu”jawabku polos.
“itu tuh yang biasa kamu tutupin pake segitiga pengaman.”kata tante sambil memegang si kecil yang berada dibalik celanaku.
“ah tante bisa aja.”kataku
“jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah?”tanyanya.
Aku hanya bisa diam membisu.

Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh tante Vivi.Pada waktu ia ingin membuka celanaku ,ku bilang “udah tante biar alex aja yang lap sendiri. kan malu tante.”.
“enggak apa-apa udah tanggung kok”kata tante vivi sambil menurunkan celana dan CDku.

Agen remi9 online

Di lapnya sikecil dengan hati-hati.Aku hanya bisa diam saja.
“lex mau enggak pusingnya hilang? biar tante obatin yah”
“Pakai apaan tan? Aku enggak tahu obatnya”jawabku polos
“ya udah km tenang aja  sekarang”kata tante Vivi.
Kemudian digenggamnya batang penisku dan dielusnya… secara spontan penisku langsung berdiri tegak.
Dikocoknya pelan tapi pasti ,sampai aku melayang karena baru pertama kali aku merasakan sensasi seperti ini.
“Achh.. Achhhh ” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina tante vivi yang masih dibalut dengan celana pendek dan cdnya.
“tante udahan dulu ya aku mau kencing nih”kataku
“kamu kencing dimulut tante aja lex…” kata tante Vivi

Aku bingung dan heran melihat penisku dikulum dalam mulut tante Vivi .aku yang sudah mau keluar  hanya bisa diam karena rasa enak yang sungguh tak tertahankan.
“Hgggh.. Accchh.. tante aku mau keluar nih” kataku sambil meremas vagina tante Emi yang kurasakan berdenyut-denyut.
Tantei emi langsung menghisap batang kemaluanku dengan agresif sampai badanku mengejang keras.”Crooott… Ser.. Serr . Srett”muncratlah air maniku kedalam mulut tante Vivi.ia langsung menyedot sambil menelan dan menjilatnya.

“enakkan lex pusingnya hilang…” kata tante vivi
“tapi tante.. aku minta maaf ya soalnya aku ga enak udah kencingin  tante..”
“udah gpp lex tante suka kok….. oh iya sperma kamu kok kental dan wangi banget.Kamu belom pernah onani yah?”
“belum pernah tante.”

tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina tante vivi.
“loh tangan kamu kenapa di situ terus?”
aku langsung salah tingkah dibuatnya.
“ga usah malu lex, tante maklum kok.”katanya padaku
“tante boleh ga aku megang itunya tante lagi?”pintaku pada tante vivi
Tante vivi langsung melepaskan celana pendek kemudian kulihat CDya basah .
“tante kencing ya? kok CDnya basah?”tanya ku kebingungan
“enggak lex ini namanya tante nafsu sampai-sampai celana dalam tante basah.”dilepaskan juga CDnya kemudian Ia mengelap vaginanya dengan handukku.

Tante Vivi langsung duduk disampingku.
“Lex pegang lagi nih.. udah tante lap kok tadi.”katanya
Akupun langsung memegang vagina tante Vivi dengan tangan yang agak gemetar.
“lex kenapa?” biasa aja dong kenapa sampe gemetaran begitu.
Dia mulai memegang penisku lagi sambil berkata,”Lex tante mau  lagi..”
“mau lagi apa tante?”
“itu tuh. punya kamu dimasukin kedalam vagina tante.kamu mau kan?”tanya tante vivi
“tapi alex ga ngerti caranya tante…”balasku
“sudah kamu diam aja ya biar tante yang siapin semuanya.”kata tante vivi

Mulailah tangannya mengelus penisku supaya bangun kembali tapi aku juga tidak tinggal diam.. aku mencoba mengelus-elus vagina tante Vivi yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
“Lex jilatin punya tante dong..”katanya.
“tante alex ga bisa takut muntah
“coba aja lex”tante langsung mengubah posisi dan menurunkan vaginanya keatas kepalaku.
“acchh… hhghghhhh… tante.”
akupun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina tante vivi, ternyata vaginanya tidak berbau apa=apa.Aku langsung menjilati vagina tante vivi sambil berusaha melepaskan kaitan BHnya.Sekarang kamu berdua sama-sama telanjang.

Tante vivi masih asyik mengulum penisku yang belum berdiri dengan sempurna langsung  berbalik mengadapku kemudian mencium biriku dengan penuh nafsu.
“kamu tahu mandi kucing ga lex?” tanya tante vivi
Aku hanya menggelengkan kepala dan tante vivi langsung menjilati leherku dan menciuminya sampai aku menggelinjang hebat.Ciumannya berlanjut ke putingku.ia langsung mengulum dan menjilat putingku,turun ke purut sampai keselangkangan dan  sampai penisku.hingga pada akhirnya penisku pun mengeras dengan sempurna.

Kulihat payudara tante Vivi mengeras dan tanganku pun langsung meremas payudaranya.Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina tante vivi.
dengan cepat tante vivi kubaringkan dan kujilati vaginanya seperti menjilat es krim.
“Accch… uhhh agggggg lex enak banget.. terus lex.. isep di situ lex”katanya sambil menunjuk benjolan kecil di atas bibir vaginanya.Aku langsung menjilati dan menghisapnya… Banyak sekali lendir yang keluar dari vagina tante vivi yang tanpa sengaja tertelan olehku.

“Lex masukin dong tante udah ga tahan nih”
“gimana caranya tan?”balasku polos.
Tante vivi pun menyuruhku tidur kemudian dia berjongkok diatas penisku dan ia langsung menancapkan vaginanya.
Tante vivi naik turun seperti orang naik kudang terkadang ia juga melakukan gerakan maju mundur.
Setengah jam kami bergumul, akhirnya tante Vivi berteriak dan kulihat badannya mengejang hebat.
“Lex tante mau keluar nih.. Aghhhh.. Huuhhh Accchh..”jerit tante Vivi
Aku pun disuruhnya untuk menaik turunkan pantatku lebih cepat dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina tante Vivi.
Hmmm sungguh indah  pengalaman pertamaku lalu kurasakan vagina tante Vivi mengurut-urut penisku dan juga menyedotnya.Kursakan tante Vivi sudah kelelahan dan permainan kami berhenti sejenak.

Tante vivi tidak mencabut penisku dan tetap membiarkannya didalam vaginanya.
“lex nanti kalau kamu mau kencing kaya tante tadi bilang yah.”pinta tante vivi
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya.tante vivi langsung mengocok penisku dengan vaginanya dalam posisi yang sama seperti tadi.
“accch .. tante enak banget… ughhh..”kataku dan tak lama akupun merasakan hal yang sama seperti tante tadi.
“tante alex kayanya mau kencing nih…”
tante vivipun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaannya.Tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang kedua kalinya.Tante vivi langsung menelan dan menghisap spermaku sampai habis.

Kami langsung masuk kekamar mandi dalam keadaan telanjang bulat untuk membersihkan badan kami yang penuh keringat.kami melakukannya sekali lagi di kamar mandi dengan posisi tante vivi menungging dipinggir bak mandi.Aku melakukannya dengan cermat atas arahan tante Vivi yang hebat.Setelah itu jam sudah menunjukkan pukul 1 siang.. aku langsung makan siang dengan telur dadar buatan tante Vivi.kemudian kamipun tertidur sambil berpelukan karena kelelahan.Sblm rombongan pulang pada pukul 4:30 kami melakukannya sekali lagi.

“lex kamu udah baikan?”tanya mamiku
“udah mi… aku udah seger dan fit”balasku
“kamu kasih makan apa vi sampai langsung sehat begini” tanya mamiku kepada tante Vivi.
“hanya bubur dan telur dadar lalu ku beri panadol”jawab tante Vivi.
Esoknya kami semua pulang ke Jakarta dan dimobilpun aku duduk di samping tante Vivi.Aku masih mencuri-curi kesempatan untuk memegang tubuh tante Vivi.

Sampai sekarangpun aku masih sering melakukannya dengan tante Vivi bila rumahku kosong atua terkadang ke hotel.Beberapa kali aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam vaginanya dan kini tante vivi sudah dikaruniai 2 orang anak yang cantik.
Baru kuketahui bahwa suami tante Vivi mengalam ejakulasi dini.

sampai saat ini aku masih bingung siapa ayah dari anak-anak tante vivi..

TAMAT

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s