Derita Sang Istri Part 2

derita sang istri part 2

Cukup lama si Ucok menggagahi istriku…..tiba-tiba gerakannya semakin cepat dan tidak karuan. Payudara Dhini berguncang-guncang semakin kuat dibuatnya….tubuh istriku terhentak-hentak sehingga menimbulkan bunyi denyitan pada ranjang ini. ..dan tiba-tiba terdengar desahan keras Ucok…..
“Akhhhh…akhhhhh…akkhhhhhsss….khhnnnn…..hhhhhhh…..khhhhh….sedappppp ….bbetulll….habissss kluarr semuaaa….hhhh….hhkkkss…hhhhh”…Berapa kali tubuh Ucok seperti tersentak-sentak mengikuti kedutan penisnya ….yang mengeluarkan spermanya cukup banyak dari zakarnya dan memenuhi liang kewanitaan Dhini. Dhini terpekik serta kaget menerima perlakuan itu.

” hiks hkiss…hiksss….tidddakk…akhhh…aku tiddsak mauu…bangsaaat kaliaan…huuuu..huuu…hkshhuuu…yaTuhan….hkss hkssss….” . Dhini menangis tersedu-sedu atas penderitaaan yang diterimanya.

Ucok kemudian mengejan kenikmatan…lalu tertelungkup menindih tubuh istriku….Dia tersenyum puas….lalu meremas buah dada Dhini sehingga Dhini terpekik. Dia kembali melumat bibir istriku….dan menjilatinya. Setelah puas menuntaskan hasratnya dia memakai celananya dan mengancungkan jempol sambil berbisik kepadaku.
” Ahhhhh…luar biasa lonte ini anak muda….beda dengan lonte-lonte yang pernah aku pake…lonte ini bukan main…wangiiiii dan harumm….untuk sekarang aku puasslah….ha ha..ha….aku mau ambil bir dulu di luar sana…ha ha.., ayo Herman…sekarang giliran kau” kata Ucok sambil tertawa keras. Sementara itu hujan masih saja deras…petir dan kilat sesekali masih terasa…seolah-olah ikut menikmati kejadian yang dialami oleh Dhini.
Dhini masih tergeletak lemas diatas ranjang….tenaganya sudah habis terkuras … hanya isak tangisnya kadang terdengar….liang vaginanya terlihat tidak cukup untuk menampung banyaknya sperma yang disemprotkan Ucok kerahimnya. Dari vaginanya meleleh bekas cairan itu sehingga mengotori seprei .
Herman lalu berjalan mendekati si Jon, entah apa yang mereka bincangkan dan lalu mereka tertawa keras bersama-sama.”Ha..ha…babak kedua ini kita bikin lebih hot…ha ha ha…Jon…coba kau pakaian jilbab ke pelacur itu….pasti lebih asyeeek…hua ha…dan sudah itu kau kasilah pil yang kau katakan tadi….kau bilang tadi cewek ini bisa begoyang Inul yaa…ha ha ha…ini pasti lebih mantappp…goyang..goyang…ha ha ha…” kata Herman sambil menanggalkan celananya.
“Ha ha ha…siap Amang Herman….pasti jadi giloo nee pelacur….ha ha…mari aku ganti dulu bajunye…..ayo sini cantik…abang ganti bajunye..”sahut si Jon…dia lalu membongkar isi lemari..diperolehnya kasur yang cukup lebar …lalu dibentangkannya dilantai….

kemudian disambarnya perangkat baju dan jilbab istriku yang tergantung di balik pintu. Lalu ia menatap dengan penuh nafsu ke tubuh Dhini masih lemas dan terlentang . Sempat terjadi perlawanan kecil dari Dhini ketika si Jon membersihkan vaginanya yang basah dengan tisyu, lalu ia memakaikan pakaian dan jilbab kepada Dhini.

Setelah selesai Si Jon lalu menggendong tubuh Dhini dan membaringkan di kasur yang dibentangkannya tadi, kemudian ia memaksa istriku menelan obat perangsang dan meminumkan bir.
“Uhuk..hkkk…huk..huk…tiddak…huks hukk…jangannn lagi pak….uhuk ” Dini terbatuk batuk ketika obat dan bir itu dipaksakan untuk diminum olehnya. Tubuhnya yang telah mengenakan jilbab kembali terlentang dikasur itu sedangkan Herman dan si Jon memperhatikannya dengan senyum penuh arti.

Seperti halnya Herman maka si Jon pun menanggalkan pakaiannya sehingga mereka berdua telanjang bulat, dan benarlah yang disampaikan dia tadi. Si Jon ini ternyata mempunyai ukuran penis yang luar biasa besarnya. Kepala penisnya berbentuk seperti cendawan yang besar dan berkilat-kilat sedang pada batang penisnya terlihat urat-urat yang berwarna biru kehitaman.

Kini mereka berdua berdiri didepan tubuh Dhini yang tergolek lemas. Melihat hal tersebut sensasi gilaku semakin memuncak…..gilaaa..gilaaa.. ujarku dalam hati….Mereka hendak mengerjai Dhini istriku yang cantik ini secara berdua dan telah memberikan pil perangsang dosis tinggi.

Tadi aku lihat si Jon memberikan 1/2 tablet ke istriku..padahal 1/4 tablet saja sudah cukup membuat gairah wanita memuncak tinggi….” Ha ha…mang Herman…kito tunggulah barang sejenak….he he he…kito nantikan efek obat jitu ini….ha ha…lonte indramayu tu aku kasi 1/4 udah begoyang inul dio…ini pula aku kasi 1/2 tablet….ha ha ha” gelak si Jon sambil mengurut-urut penisnya
“Ha ha…pandai betul kau ini Jon…..kito biarkan lonte cantik dan harum ini yang memuaskan kito pula…..ha ha ha….sedapppp….tak tahan lagi aku ne…uhuuuuu….ahhh” sahut si Herman sambil mengocok-ngocok batang penisnya.

Derita Sang Istri Part 2

Dhini masih terbaring di kasurnya…tiba-tiba ia terasa keanehan yang teramat sangat pada dirinya. Dirinya terasa sangat bergairah sekali…dan cuaca serasa panas…denyut jantungya berdetak kencang….dia merasa clitorisnya sangat gatal…payudaranya terasa sangat sensitif….nafasnya terengah-engah.. lidah dan kerongkongannya serasa kering…tiba-tiba dia merasa sangat haus.

Dhini tidak menyadari ketika lambat-lambat tangannya meremas payudaranya sendiri…perlahan jemarinya menuju clitorisnya dan mulai menggosoknya…tanpa disadarinya dia mendesah.
“Ahh…ada apa dengan diriku ini…ahh.. ahhhh….kenapa tubuhku ini….ahhhh….betapa indah dan nikmat sekali…”…bisiknya. Dia merasa seperti mimpi dan seperti terawang-awang. Fikirannya melambung tinggi dan tiba-tiba dia merasa seperti dikebun bunga yang indah dan wangi…ia dapat melihat dirinya sendiri sewaktu kecil berlarian diantara kebun bunga yang tertanam indah….dia melihat dua ekor kelinci yang lucu. …kelinci-kelinci itu sangat menggemaskan…ingin rasanya ia memeluk dan mencium kelinci-kelinci itu sepuasnya. Begitulah Dhini…

Gejolak nafsunya seperti membuncah diluar sadarnya, pengaruh obat itu luar biasa kuatnya. Perlahan Dhini membuka perlahan matanya yang indah, matanya sayu menggoda, lalu menatap 2 orang sosok manusia yang berdiri telanjang didepan dirinya.

Dua manusia itu berdiri tegap dengan penis yang sungguh besar dan menantang kearahnya. Ohhh….betapa dia ingin mengulum kedua penis yang hitam legam itu…betapa dia ingin vaginanya yang berdenyut terus ini dijejaji oleh penis-penis perkasa itu. Betapa dia ingin menjilat habis sperma yang terpancarkan nanti. Dhini benar-benar sudah berada diluar kesadarannya kini….dia tersenyum manis kepada Herman dan si Jon…lalu menghampiri mereka.
“He he he mang…kau liatlah efek ubat tu….tadi sama bang Ucok menolak dia….sekarang samo kite…malah dio yang tegilo gilo…” tukas si Jon
“Haha….alangkah sedap nian ini Jon…pandai betul kau itu…ha ha…mari kite nikmati sama-sama pelacur ini…hmmm sungguh wangi die….kau liatlah betapa terawat badannya tu…cantik niaaaann ” kata si Herman sambil terkekeh…
Kini Dhina sudah berada di antara meraka berdua….kemudian tangannya kanannya menuju keselangkangan si Jon dan berusaha meraih penis Jon…sedangkan tangan kirinya berusaha meraih penis si Herman…dengan bernafsu Dhini lalu melahap penis keduanya dengan bergantian…..

Derita Sang Istri Part 2 dhini mengocok kontol

Tiba-tiba fikirannya melambung lagi kesuatu tempat yang rasanya pernah dikenalnya, kamarnya waktu kecil…dia memasuki kamarnya dan diatas meja dilihatnya Es cream Magnum Coklat kesukaannya. Ada dua buah dengan ukuran yang besar, ahhh..pasti papanya yang membelikan tadi, papa memang suka memberi oleh-oleh kalau sedang pulang dari kantor.

Diraihnya Es cream itu, lalu dijilatnya perlahan… mmmmhhh nikmat sekali…diisap-isap sehinnga terasa manis…mmmm…begitu juga dengan Es cream yang satunya,….tak kalah nikmatnya, secara bergantian. Tiba-tiba fikirannya melompat lagi…..serasa dia berada di pesta pernikahan dirinya…begitu ramai sekali para tamu yang memberi ucapan selamat, karena ayahnya cukup dikenal di kota ini.

Betapa bahagia dirinya saat itu, walaupun letih karena sejak tadi malam melalui prosesi pernikahan adat Jawa yang sakral, begitu juga calon suaminya. Mas Adhi terlihat sangat bahagia..sebelumya sangat disadari olehnya bahwa begitu berat hatinya untuk menerima cinta mas Adhi…tapi berkat kesungguhan mas Adhi hatinya luluh juga.

Sekarang seluruh cinta dan jiwa raganya dipersembahkan untuk suaminya itu. Saat-saat yang dinanti oleh setiap pengantin baru tentunya malam pertama, dimana saat itu merupakan saat memadu kasih dan melampiaskan segenap perasaan cinta yang ada didalam hati. Ketika berpacaran dulu tidak pernah dirinya membiarkan mas Adhi melakukan hal yang lebih, paling hanya sebatas menggenggam tangan dan mencium pipi.

Dia begitu menjaga kesucian dirinya dan kehormatannya hanya dipersembahkan kepada mas Adhi ketika mereka menikah nanti. Saat malam pertama adalah saat yang tepat bagi dirinya untuk memadu cinta, karena 2 hari sebelum pernikahan menstruasinya baru saja selesai.

Masa-masa setelah menstruasi adalah masa dimana nafsu wanita akan meningkat begitu juga dirinya. Begitu juga yang dirasakannya pada saat ini, nafsu birahinya datang begitu hebat, berbeda pada hari-hari setelah menstruasi yang dialami sebelumnya. Malam pertama yang dinantikannya pun tiba, dirasakannya dia terbaring diatas kasur,

dipejamkan matanya erat ketika dirasakannya mas Adhi mencium bibirnya, lalu meremas payudaranya. Matanya tetap terpejam ketika mas Adhi mengulum puting payudaranya yang indah itu. Ukuran payudaranya tidak cukup besar sebenarnya, tapi sangat proporsional dengan postur tubuhnya yang langsing itu. Dan tubuh itu senantiasa dijaganya, senantiasa tertutup jilbab jika ia keluar rumah.

” Mas Adhi..,hhhhhhh..aku mencintaimu….aku akan melayani sepenuh hati…kau suamiku…hhhhh….” desis Dhini bernafsu sambil menggigit bibirnya
” Alaaa mang Herman….mamang dibilang suaminyeee,,,alangkah sedapnyeee tuuu…kalau bekawin dengan lonte cantik neee…” teriak si Jon sambil mencium bibir Dhini.
“Haaa……hussss kau tuuu,,,,,nikmati sajalah betino cantek ini….hhhh….aku minta pil penguat kau tuh….lama-lama bisa muncrat aku disedot lonte ini…” kata Herman sambil terkekeh

Sebenarnya sudah cukup lama mereka berdua mempermainkan tubuh molek Dhini, membolak balikkan…mencium, menjilat dan meremas tubuhnya, tapi mereka belum juga menyebadaninya. Agaknya sengaja mereka bermain-main terlebih dahulu dan memuaskan diri mereka sebelum menyetubuhinya.

Sejenak mereka melepaskan Dhini yang sedang dilanda nafsu, lalu meminum pil penguat yang tadi diperlihatkan si Jon. ” Neh Mang…kau makan lah pil ini…kau bisa kuat bersebadan same cewek ini sampai kau puas….lame muncratnye….ha ha ha…tapi begini mungkin lebih seru” kata Si Jon sambil mengguyurkan air dari botol Aqua ke kepala Dhini

Srrrrrrrrrrrrrr…srrhhhhhhh.air yang diguyur siJon tadi pun membasahi kepala dan mengalir ke tubuh nya yang sintal sehingga menambah indah pemandangan disitu. Aku hanya terpana dan meraba-raba tentang apa rencana mereka selanjutnya.
” He he he..mang…sengaje aku guyur…biar betine ini agak siuman ssedikit….kite lihat ape yang terjadi nanti….he he he…sedapppp….” tukas si Jon. ” He he…iye Jon….begini lebih sedap…sesuai lah ape yang kite rencanakan tadi,,,ini nemenye permainan Hot…..” , sahut Herman sambil tersenyum penuh arti. Mereka berdua lalu tertawa dan memperhatikan reaksi yang akan dilakukan oleh Dhini.
Dhini yang sedang dilanda gejolak nafsu tiba-tiba tersentak ketika dirasakan ada air segar yang membasahi dirinya, bajunya basah kuyup dan sejenak dia berusaha mengumpulkan ingatannya tapi alangkah sulitnya, tiba tiba ia merasakan ada yang membangunkan dan ada yang menepuk-nepuk pipinya.
” Hei…hei…. cantik…, lonte ….lonteee,,,bangun….bangunnn…..hayooo…..” terdengar suara nyaring didekat telinganya. Lamat-lamat Dhini membuka matanya…..alam sadarnya perlahan muncul…hilang dan muncul lagi….sementara itu dirasakannya nafsunya semakin bergelora. Ketika alam sadarnya yang perlahan muncul secara samar dia melihat dua lelaki yang tidak memakai sesuatupun sedang berdiri didekatnya…penis mereka yang besar mengacung dan bergoyang-goyang seperti ulekan besar.

Derita sang istri part 2 dhini tersadar

Digelengkannya kepalanya yang terasa berat untuk menghilangkan perasaan aneh dalam dirinya….tubuhnya terasa panas bukan main. Si Jon lalu menghimpirinya lalu memagutnya,

dengan perlahan mencium dan melumat bibirnya sehingga dia sulit untuk bernafas, wajah lelaki yang menciumnya itu masih samar dan tidak terlihat jelas olehnya…alam sadarnya berusaha memberontak.

Sementara itu Herman memagut tubuhnya dari belakang dan meremas-remas buah dadanya. Dhini mencoba untuk menafikan itu, terbayang olehnya wajah suaminya tercinta….hhhhhss…mmmhhhh mas Adhi….maafkan aku….tidakkk….ahhhh…kenapa tubuhku ini…..hhhhhhsssss…..

Tingkat kesadaran dan gejolak nafsunya yang dideritanya kini bertarung dengan dahsyat. . Kasihan Dhini…kalau sebelumnya dia sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi karena pengaruh obat itu sangat kuat, tapi akibat guyuran air tadi sedikit banyak dia cukup tersadar tentang apa yang dialaminya,

walau kesadaran itu kadang muncul dan hilang. Ditengah ambang sadarnya Dhini berusaha keras melakukan penolakan terhadap rangsangan-demi rangsangan dahsyat yang diterimanya.
Sementara itu kini lidah si Jon sudah menjilat-jilat kedalam liang Vaginanya, lidahnya bergerak-gerak bergesekan dan menyapu clitorisnya, sedangkan lidah si Herman menyapu hangat di lubang telinganya sehingga membuat dirinya menggelinjang….

BERSAMBUNG

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s